Adapun
cinta yang tidak bisa melebihi dari cinta apapun meskipun itu cinta kita kepada
orang tua yang tidak bisa dibandingkan dengan cintanya nabi Muhammad kepada
para umatnya meskipun itu juga kekasih yang katanya hidup semati, semua itu
tidak bisa dibandingkan dengan cintanya nabi Muhammad kepada para umatnya.
Bagaimana cinta
nabi Muhammad kepada umatnya? Pada saat di padang mahsyar semua orang itu sibuk
dengan urusannya sendiri-sendiri meskipun itu nabi Adam, nabi Nuh, nabi Luth,
nabi Hud, semua anbiya’ memikirkan dirinya sendiri kecuali nabi Muhammad.
Dalam firman
Allah pada surat abasa ayat 34-37 yang artinya: dihari ketika seseorang lari
dari saudaranya. Dan dari ibu dan bapaknya. Dan dari istri dan anaknya. Setiap orang dari mereka
pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
Yang dimaksud dengan hari itu yaitu
saat kita dikumpulkan di padang mahsyar, saat kita dikumpulkan di padang
mahsyar semua orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri kecuali nabi Muhammad,
pada saat nabi Muhammad di padang mahsyar, Muhammad langsung mencari umatnya
setelah nabi Muhammad mendapatkan umat yang sangat banyak nabi Muhammad
langsung berlari ke bawah arsy Allah untuk sujud dengan sujud yang sangat lama,
setelah itu, Allah menyuruh nabi Muhammad untuk mengangkat kepala dari sujudnya
kemudian, nabi Muhammad menjawab “saya tidak akan mengangkat kepala saya
sebelum engkau ya Allah menepati janjimu”, kemudian Allah berkata “apa wahai
Muhammad?”. Kata Muhammad “ aku ingin member minum umatku ya Allah, kasiha
umatku ya Allah, umatku kepanasan dan mereka juga kehausan” kemudian kata Allah
“pergilah ke telaga kautsar, dan berilah umatmu minum di telaga tersebut”
kemuadian Muhammad mengajak umatnya ke telaga tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar