“Life isn’t that bad”
itu adalah sebuah judul sebuah grup di aplikasi percakapanku. Grup yang beranggotakan orang orang yang belum pernah kukenal sama sekali. Disana kami berbagi cerita tentang bagaimana kegiatan sehari hari berlalu, atau sekedar membahas hal hal yang kebetulan kami sukai Bersama. Tapi, terkadaing kami juga berbagi cerita mengenai perasaan, mengenai hati, mengenai cinta, mengenai benci, mengenai haru, dan mengenai duka.
itu adalah sebuah judul sebuah grup di aplikasi percakapanku. Grup yang beranggotakan orang orang yang belum pernah kukenal sama sekali. Disana kami berbagi cerita tentang bagaimana kegiatan sehari hari berlalu, atau sekedar membahas hal hal yang kebetulan kami sukai Bersama. Tapi, terkadaing kami juga berbagi cerita mengenai perasaan, mengenai hati, mengenai cinta, mengenai benci, mengenai haru, dan mengenai duka.
Grup ini kutemukan online, saat
aku menggeser layer ponsel pintarku. Aku berpikir mungkin aku menemukan salah
satu minatku dalam grup ini. Awalnya grup ini hanya beranggotakan puluhan orang
dan sekarang sudah ratusan anggota terus bergabung setiap harinya. Dan grup itu
memiliki aturan jika ada seseorang yang sedang bercerita atau berbgai pengalaman,
kita harus menghormatinya dan mengapresiasinya.
Walaupun aku hampir tidak pernah
berbicara dalam grup tersebut, aku bisa merasakan apa perasaan orang yang saat
itu bercerita, terlebih saat seseorang bercerita mengenai rasa sedih karena
suatu hubungan yang berjalan tidak mulus. Kenapa aku bisa merasakannya? Karena aku
juga dalam masa masa seperti itu sekarang.
“hidup tidak seburuk itu” kira
kira itulah arti dari nama grup itu, dimana kami saling menyemangati, menghormati,
dan mengapresiasi satu sama lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar